Target pada Qur'an Tulis lqro' bil Qolam A ini adalah untuk mengenalkan pada penuilsnya tentang huruf Arab dalam realitas aplikatifnya secara langsung. Secara motorik, penulis akan dengan sendirinya mahir menulis huruf Arab / AlQur'an segera setelah dapat beberapa halaman. pada gilirannya seseorang tidak akan menemui kesulitan lagi untuk melanjutkan penulisan hingga khatam 30 juz
Dirancang untuk memahami Tajwid. Untuk tingkat B ini Al-Qur'an dirancang dalam cetakan harokat warna sebagai tanda Tajwid, sedangkan tulisan ayat ayatnya tetap transparan. Tugas penulis adalah menajamkan dengan mengikuti garis huruf seperti pada model A sambil memahami harokat yang menunjukkan tajwid.
Untuk model C ini dirancang untuk lebih mengasah kemampuan memaknai. Model ini tidak lagi mengeksplorasi kemampuan motorik oleh karena ia sudah melibatkan kemampuan analisis dan kecerdasan pikir. Pendekatan yang dipakai adalah melalui repetisi tentang huruf, isim dan fi'il dalam penggunaan sampai pada tingkat "menemukan Iogika". Dengan cara tersebut kemampuan memaknai akan tercapai dengan sendirinya.



Membentuk Pola Pikir


lnformasi  yang  dimasukkan  ke dalam pikiran seseorang  secara repetitif,  akan membentuk  sebuah pola yang  akan menjadi "dasar pijak" untuk  berpikir. lnilah hal yang mendasar untuk terbentuknya sebuah  sistem kebenaran yang  akan menentukan  apakah  seseorang dapat melihat  sesuatu  sebagai  hal yang benar atau salah.  Atas  dasar  itu semua, maka  penulisan Al-Qur'an  ini adalah langkah  awal agar seseorang  nantinya akan memiliki  karokteristik pola pikir yang berbasis  pada Al-Qur'an.



[...]


Metode ini dirancang dalam berbagai macam sajian yang harus dikerjakan secara berurutan. Di tingkat paling rendah adalah keharusan untuk bisa membaca huruf arab; tingkat berikutnya adalah menulis; lalu memahami bahasa yang digunakannya; dan pada gilirannya adalah fase dimana seseorang diasah kemampuannya untuk bisa memaknai sehingga sampai pada tingkat "Menemukan Logika". Dengan demikian, kini seseorang tidak lagi menemui kesulitan dalam proses pengimplementasian isi kandungan Al Qur'an dalam kehidupan.


Metode  follow the line ini, dirancang untuk bisa disunakan  oleh  sebanyak-banyaknya  masyarakat
muslim  untuk lebih dekat dengan  Al-Qur'an,  Ditingkatan yang paling rendah  adalah keharusan  untuk
bisa membaca huruf Arab,  berikutnya adalah menulis, lalu memahami bahasa  yang digunakannya,
menerjemahkan,  hingga memaknai.

Oleh karena  itu, kita sepakat bahwa tahap yang paling mendasar yang  mesti
dicapai  adalah kerhampun membaca  dan menulis.


Tata Cara Penulisan  Al-Quran  dengan Metode Follow The Line
adalah  dengan menggunakan sarana  Al-Qur'an  Tulis "IQRO'  BIL QOLAM"
yang  selanjutnya DlBACA  sambil DlTULIS.

Pada pelaksanaannya  metode  Follow the Line ini seseorang  hanya  diminta untuk
menebalkan  tulisan Al-Qur'an dengan  mengikuti garis yang tercetak  secara  transparan.
[...]

Thumbnail



IQRO' BIL QOLAM -- Menggggunakan metode follow the line (mengikuti garis). Dengan metode tersebut diharapkan siapa saja tidak menemui kesulitan untuk melakukan kegiatan penulisan al-qur'an. Karena metode tersebut hanya mengajak penulis untuk mengikui garis-garis tulisan yang sudah ada. Metode ini memiliki kelebihan yaitu lebih cepat membentuk kemampuan menulis khad arab dalam arti sebenarnya.
[...]