Berita Islami

Gali pengetahuanmu bersama Iqro Bil Qolam

Peringatan Hari Santri 2016, Presiden Jokowi Terima Mushaf Santri

  • October 23, 2016
  • Berita Islami, event
  • Posted by
  • Comments Off on Peringatan Hari Santri 2016, Presiden Jokowi Terima Mushaf Santri

14670618_1264367386943227_2503129419990737887_nKementerian Agama akan menyerahkan Alquran Mushaf Santri kepada Presiden Joko Widodo pada puncak peringatan Hari Santri 2016 di Serang, Banten, Jawa Barat.

Alquran Mushaf Santri merupakan hasil acara Pencanangan Budaya Nasional Menulis Mushaf Al-Quran yang digelar pada 12 Oktober 2016 lalu.

“Mushaf ini akan diserahterimakan kepada Presiden Jokowi pada puncak perayaan Hari Santri malam ini di Serang Banten,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Setjen Kementerian Agama, Mastuki melalui keterangan tertulis, Sabtu (22/10/2016).

Pembuatan Alquran Mushaf Santri dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Sebanyak 40.128 santri pondok pesantren ikut berpartisipasi dalam acara itu.

Selain penulisan Mushaf, Kemenag juga menggelar lomba fotografi dan cerpen pesantren dengan tema “Dari Pesantren untuk Indonesia” yang diikuti kalangan pondok pesantren dan kalangan umum. Setidaknya ada 4.025 naskah cerpen yang diterima panitia dan telah dinilai oleh tim juri yang terdiri dari pengasuh pondok pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, KH. A. Mustofa Bisri, cerpenis Triyanto Triwikromo, dan Redaktur Kompas Putu Fajar Arcana.

“Setidaknya ada 347 jepretan foto dan telah dinilai oleh Tim Juri yang terdiri atas Kurator Galeri Foto Antara Oscar Motuloh, Kritikus Foto Tubagus P. Svarajati, Redaktur Pelaksana Suara Merdeka Rukardi Achmadi,” ujar Mastuki.

Puncak peringatan Hari Santri 2016 dilakukan bersamaan dengan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospenas) ke-VII di Serang, Banten, Jawa Barat. Pospenas telah dilakukan secara berkala antara lain di Indramayu, Jawa Barat (2001) Palembang, Sumatera Selatan (2003), Sumatera Utara (2005), Kalimantan Timur (2007), Surabaya, Jawa Timur (2010), dan Gorontalo (2013).14721494_1264367390276560_5001321059907677231_n

Menurut Mastuki, gelaran Pospenas menjadi salah satu bentuk afirmasi pemerintah terhadap pemberdayaan santri pondok pesantren. Kegiatan tersebut, kata dia, dilakukan secara kolaboratif oleh sejumlah kementerian yang tergabung dalam Panjatapnas (Panitia Kerja Tetap Nasional).

Panjatapnas terdiri dari Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Dalam Negeri, di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Mastuki berharap, melalui Pospenas akan lahir pada seniman dan olahragawan yang berasal dari pondok pesantren. Para seniman itu, lanjut Mastuki memiliki nilai-nilai kesatrian, yaitu kejujuran, sportifitas, serta semangat juang untuk bangsa, negara dan agama.

Dikutip dari www.kompas.com

Back to top